Berita

Kenapa Cewek Suka Cowok Nakal ?

Sebenarnya judul yang lebih tepat adalah mengapa pria yang berperilaku negatif dapat menarik para wanita sekalipun secara logis setiap wanita seharusnya membencinya; saya agak putar sedikit kalimat judul agar ringkas dan bombastis.

Karena, Jangan harap Anda mendengar wanita mengaku menginginkan figur pria kurang ajar, brengsek, atau bajingan Fuckboy yang doyan menyakiti. Mereka selalu memimpikan pria yang dewasa, penuh perhatian, romantis, setia, bertanggung jawab, dan seribu satu katalog indah lainnya. Namun pada kenyataannya, mereka sering tersandung pada sosok yang berkebalikan dengan itu semua. Dalam entri kali ini, saya akan membagikan sebagian kajian ilmiah untuk mengungkap misteri tersebut, jadi kalau terasa panjang.. maklum saja.

Sebelum mengetahui alasan fenomena itu, bidang studi psikologi dapat menganalisa pria brengsek dan bajingan dalam hal romansa pada kombinasi Big Five berikut ini: high extraversion (penuh energi, ekspresif di hadapan orang lain), low neuroticism (jarang mengalami emosi yang tidak menyenangkan), low conscientiousness (santai, berantakan, tidak disiplin), low agreeableness (mementingkan diri sendiri, sedikit empati, cenderung bertanding daripada bekerjasama), high openness to experience (menyukai tantangan, cepat bosan, pecandu pengalaman baru), dan sedikit terkontaminasi elemen dark triad traits: “the self-obsession of narcissism; the impulsive, thrill-seeking and callous behavior of psychopaths; and the deceitful and exploitative nature of Machiavellianism.”

Peter Jonason dari New Mexico State University menemukan bahwa James Bond adalah figur yang paling tepat menggambarkan seluruh sifat di atas karena, “… he’s clearly disagreeable, very extroverted and likes trying new things. Just as Bond seduces woman after woman, people with dark triad traits may be more successful with a quantity-style or shotgun approach to reproduction, even if they don’t stick around for parenting.”

Wanita jarang sekali menyadari apa yang sebenarnya membuatnya tertarik dari seorang lawan jenis yang mungkin menjadi calon pasangannya. Seluruh proses seleksi dan minat para wanita terjadi nyaris di luar kesadaran mereka. Ini bukan sekedar perkara wanita sebagai makhluk emosional saja. Mengutip John Marshal Townsend dalam bukunya, What Women Want and What Men Want, “The process by which a woman evaluates these attractive cues is relatively automatic. Women are not always conscious of the influence of these traits.”

Simplenya, Perilaku pria bajingan dan kurang ajar itu menegaskan simbol kegilaan, kesempurnaan, kebebasan, kemegahan, ‘kedewasaan’, dan ‘kemapanan’ yang sangat menggugah cita rasa para wanita. Hal-hal tersebut membangkitkan sensasi yang jarang sekali bisa dipenuhi oleh pria yang berperilaku sopan, kalem atau baik.

Coba sebentar Anda membayangkan jadi wanita yang setiap hari dikerumuni pria yang romantis, berlomba-lomba menunjukkan kriteria calon pacar andalan, dan selalu memberi perhatian setiap saat.

Anda pasti akan merasa bosan setengah mati!

Apalagi Anda karena tahu pria-pria melakukan semua hal itu karena memang ada maunya.

Membosankan bin menjijikkan.

Jika wanita sudah tahu posisi dia lebih tinggi daripadamu, atau bisa melihat Anda ngarep setengah mati dengannya, rasa ketertarikan yang dia miliki padamu akan menurun drastis.

Itu adalah formula dasar manusia: kita menginginkan apa yang kita tidak bisa miliki dan sulit menghargai apa yang harus sudah ada jelas di depan mata kita.

Coba lihat apa yang terjadi dengan pria-pria brengsek itu. Mereka dapat membuat wanita merasa berdesir dengan semangat tantangan. Wanita selalu menduga-duga, tidak pernah tahu kegilaan apa lagi yang akan dia lihat dari mereka.

Di matamu, mereka adalah pria-pria brengsek. Tapi di mata wanita, mereka adalah pria-pria yang tidak membosankan, tidak gampangan, dan dia harus melakukan sesuatu agar bisa menjadi bagian dalam semua sensasi petualangan mereka.

Masuk akal?

Teruskan membaca lebih dalam lagi.

Sistem emosi dan sistem logika wanita bekerja dengan bobot peranan yang tidak merata. Wanita jauh lebih mempercayai dorongan emosi, intuisi daripada logika. Logika hanya berfungsi dan dilestarikan sekedarnya, yakni sebagai reminder atau setidaknya supaya merasa bodoh-bodoh amat.

Kedua sistem itu bekerja independen, dan tidak jarang saling bertolak belakang. Bila terjadi clash, wanita akan lebih berpihak pada intuisi. Dia akan berkata pada sisi logikanya, “Yeah, of course I know that..” lalu melanjutkan dengan melogikalisasi apa yang dikatakan oleh intuisinya.

Ketika mereka melihat seorang pria yang brengsek, mereka merasakan ketertarikan emosional pada pria itu karena alasan yang sudah dijelaskan di atas. Apakah secara logika mereka sadar bahaya berhubungan dengan pria demikian? Ya, mereka sadar akan kemungkinan sakit hati dan sebagainya.

Tapi justru itu yang membuat api ketertarikan mereka semakin berkobar-kobar!

Guys, listen to this: wanita memiliki logika bahwa jika pria terlihat keras dan kasar diluar, pasti di dalamnya sama sekali berkebalikan dengan itu!

Wanita menyusun sebuah logika berdasarkan sifat empati, naluri nurturan dan fantasi mereka bahwa pria-pria brengsek itu sebenarnya, jauh di dalam diri mereka, tidak brengsek sama sekali.

Sifat-sifat tersebut membuat wanita, dengan ‘mata ketiganya’, MERASA para bajingan yang dominan dan banyak aksi itu sebagai pria yang selalu-disalah-mengerti oleh masyarakat.

Bahwa jika saja ada Seorang Wanita Agung Yang Tulus Menyayangi, pria-pria itu pasti akan berubah dan menyadari keindahahan Cinta dan Kasih Sayang yang diberikan tanpa syarat kepada mereka.

“Bad boys normally appeal to three types of women: Thrill-seeker girls, girls who can’t commit, and ‘Near Zeros’ – girls who aren’t operating on a full tank of self-esteem,” wanita yang terdidik dalam keluarga yang hangat, bermental sehat dan stabil pun jika tidak berhati-hati bisa tersedot ke dalam gravitasi pria yang demikian.

Di saat yang sama, adanya kemungkinan disakiti dan bahaya bila berhubungan dengan pria disfungsional tersebut justru semakin mengobarkan api minat para wanita (yang merasa) dewasa. Setiap wanita menemukan kepuasan dalam mengabdikan (baca: memanipulasi) dirinya untuk memenuhi kebutuhan dan memperbaiki pria yang ‘terlihat cacat’. Menjadi satu-satunya wanita yang mampu memahami dan menolongnya, Itu adalah dorongan psikologis yang separuh mulia, separuh sakit, dan seratus persen adiktif!

Tapi ingat juga bahwa mereka adalah makhluk yang menyukai permainan arti dan simbol.

Jadi para wanita selalu membayangkan dibalik semua kesempurnaan dan kegilaan pria itu, ada tersembunyi ruang-ruang kosong dan dingin yang menunggu untuk diisi oleh satu Wanita Yang Sangat Spesial.

Saya ingin Anda mengulang ini puluhan kali setiap pagi:

Daripada DIPERLAKUKAN spesial, wanita lebih ingin MERASA spesial!

Pria “baik” tidak akan pernah mengerti hal ini.

Mereka berpikir jika selalu memberikan semua perhatian khusus siang malam dan tetek bengek hadiah-hadiah lainnya, wanita-wanita akan tertarik pada mereka. Itu sebabnya Anda akan melihat jika pria ingin mengejar satu wanita, mereka akan melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan dengan wanita lain.

BZZZZT! Salah, bung!

Parahnya lagi, jika api ketertarikan sudah muncul, wanita akan sulit untuk memadamkan api tersebut, sekalipun akhirnya mengetahui bahwa pria yang dia idam-idamkan itu adalah pria brengsek.

Mereka bersedia terus berkorban, menunggu munculnya kristal yang berharga dari balik semua lagak kebrengsekan itu. Semakin mereka bertahan, semakin mereka merasa spesial dan tidak bisa melepaskannya.

Sebuah martir complex yang mengerikan.

Ironis sekali pria-pria yang baik dan mampu memberikan hubungan yang sehat justru tergeletak kesepian dalam kejombloannya. Kalaupun akhirnya mendapat wanita yang diimpikan, biasanya itu sudah ‘barang sisa’.

Tentu saja saya menuliskannya bukan bertujuan memotivasi Anda menjadi bajingan karena pria yang kental dengan karakteristik itu hanya efektif pada tahap pra-hubungan dan sukses untuk romansa jangka pendek saja. Artikel ini lebih bersifat tamparan bagi para pria yang terbiasa bersikap serba baik hati, lembek, ‘miskin’, serba mengeluh dan membutuhkan kehadiran wanita. Sadari bahwa kebiasaan tersebut malah membuat Anda semakin kering dan dijauhi oleh lawan jenis.

Saya ingin Anda berhenti sejenak dan menilik seluruh sahabat wanita Anda selama ini. Anda pasti bisa menemukan benang merah dari ribuan kisah romansa itu: mereka terpikat dan jatuh cinta pada pria yang tidak pernah terlihat membutuhkan mereka. Pria tersebut adalah sebuah tantangan yang besar. Ia sibuk berpetualang, menikmati gaya hidup yang menyenangkan sementara semua orang ikut berputar mengelilinginya.

Roy Masters, seorang konselor dan pendiri Foundation of Human Understanding, menyimpulkan, “What does a woman really wants from a man? I’ll give you a simple answer there. She wants a man not to need her. She wants a man to be so full of love that he doesn’t need any from her. You know what happens then? A women will love a man who doesn’t need love, so he gets it anyway.”

Anda perlu berlatih mengekspresikan kombinasi Big Five dan Dark Triad di atas tanpa perlu menjadi pria yang bajingan, disfungsional, kekanak-kanakan, merusak dan menyakiti setiap wanita yang tertarik pada Anda. Lalu bila Anda sudah siap untuk membina hubungan cinta yang lebih serius lagi, Anda harus bersedia mengurangi sedikit kesempurnaan Anda dan menunjukkan sisi lemah untuk diisi oleh sang kekasih. Ijinkan dia berakar dan bertumbuh di dalam diri Anda agar ia tidak mudah terpikat oleh gelora pria-pria lain yang senantiasa menggodanya.

Akhir kata, tersebutlah dahulu kala sebuah era dimana orang-orang yang bersedia mengorbankan emosi, tenaga, waktu, diri dan devosi mereka dikenal dengan sebutan para Ksatria (knights) dan Orang Kudus (saints). Namun saat ini, mereka dikenal istilah para Suami. Cepat atau lambat, waktu Anda akan datang.. jadi bersiaplah! 

Tapi sebelum waktunya tiba, pastikan Anda sudah menjadi pria berkualitas tinggi yang hidup dengan megah dan sempurna, karena itu adalah hak Anda sekaligus menggairahkan setiap wanita yang sempat mengenal Anda.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close